Bagi perempuan yang sudah berstatus sebagai ibu, bekerja memang sesuatu yang seringkali jadi perdebatan. Tidak hanya di media sosial, tetapi juga dengan pasangan sendiri. Ada pasangan yang ingin istrinya di rumah saja mengurus anak. Ada juga yang tetap memberikan kebebasan pada istrinya bekerja di ranah publik.
Semua punya alasan dan tidak bisa dihakimi. Ya, dapur orang tidak pernah kita tahu kebutuhannya. Tidak pernah bisa disamakan apalagi dibandingkan. Setiap rumah tangga punya struggling sendiri-sendiri untuk tetap bertahan mengarungi hidup bersama.
Strategi Menghadapi Fleksibilitas dan Tekanan Bisnis Digital
Sebagai ibu yang sudah punya anak, fleksibilitas bekerja di dunia bisnis digital memang memudahkan tetapi juga perlu manajemen yang baik sehingga tidak menjadi tekanan tersendiri.
Perlu dukungan pasangan, keluarga dan juga kemampuan kita memanfaatkan waktu yang ada. Fleksibel bukan berarti bisa mengganggu waktu tidur, waktu bersama keluarga atau lainnya dengan alasan bisa dan mudah kapan saja.
Tetap harus menciptakan batasan. Jika sudah waktunya istirahat yaa tidur. Jangan lagi mengerjakan copywriting atau edit video misalnya. Tetap berusaha untuk terpejam meski memang setiap ibu selalu saja ada yang dipikirkan. Namun, tubuh juga butuh istirahat jadi jangan cari penyakit dengan tidak tidur cukup.
Tidak perlu scroll media sosial di jam-jam istirahat. Sebab, menurut salah satu teman saya seorang blogger Banjarmasin pernah menulis terkait media sosial dan ibu bekerja yang seringkali jadi sumber lelah.
Kisah Ibu Sukses Bisnis Digital tanpa Tinggalkan Anak
Banyak kok kisah inspiratif yang memperlihatkan betapa ibu yang bekerja di ranah publik sejatinya tak benar-benar meninggalkan tanggung jawabnya sebagai ibu dari anak-anaknya. Di Surabaya sendiri ada yang sukses bekerja di dunia digital bahkan saat ini sudah mempekerjakan beberapa orang tanpa harus meninggalkan anak.
Ibu ini mengandalkan kemampuan desain grafis dan menulisnya sehingga mampu mendapatkan pendapatan dari bisnis digital yang dijalankan. Saat ini menjadi inspirasi ibu-ibu lainnya dalam menjalankan bisnis digital.
Anak-anaknya pun merasa tetap mendapatkan perhatian penuh sang ibu sebab bekerjanya dari rumah. Tidak perlu banyak terpisah. Hal inilah yang menjadi fleksibilitas sekaligus tekanan baru sebab persaingannya terbilang tinggi di era saat ini. Namun, selama percaya rezeki sudah diatur, tentu tidak akan khawatir dan terus berusaha serta berdoa pastinya.
***
Well, era digital memang memberikan peluang besar bagi ibu pekerja, tetapi percayalah selalu akan ada tantangan baru agar tetap bisa mudah bertahan. Untuk itu sangat penting dukungan sosial, keluarga dan juga kesadaran atas diri yang lebih tahu tentang sejauh mana harus melangkah.
Siapa tahu di era digital ini, stigma ibu bekerja yang dianggap abai dengan perhatian ke keluarga bisa lebih terkikis sebab bisa tetap dilakukan dari mana saja.

Setuju banget Mbak..
Kerja di era digital memang terlihat fleksibel, tapi kadang justru bikin batas antara pekerjaan dan waktu keluarga jadi kabur. Karena bisa dikerjakan dari rumah, rasanya pekerjaan seperti selalu ikut masuk ke ruang pribadi. Tapi ya gimana pun enaknya fleksibilitas, tetap butuh batas yang jelas. Utamanya soal waktu istirahat dan qualiyt time bareng keluarga.
Di era yang katanya makin mudah tapi sedikit waktu. Dukungan pasangan menurutku penting, gimana-gimana ibu nggak mungkin menjalani semuanya sendirian terus-menerus. Makanya dapet pasangan yang supportif itu privilige sekali.. 😀
Sisi baik dari kecanggihan teknologi yaitu bisa memudahkan pekerjaan. Bisa dilakukan secara remote, mau di rumah aja atau dari tempat lain.
Buat ibu rumah tangga tentu saja hal itu sangat menyenangkan ya. Karena secara tidak langsung kita bisa sambil ngurus rumah tangga maupun anak.
Ibu bekerja di jaman teknologi serba canggih ini memang ada suska dukanya. Tapi selama ada dalam ridho suami, juga tidak mudharat pekerjaan nya, kenapa tidak?
Bener mba. Kecanggihan teknologi membuat kerjaan jadi bisa dilakukan di mana2, apalagi kalau berkaitan dengan dunia digital yaaa. Pastinya ini membantu utk ibu yg punya anak, pengen kerja, tp ga bisa ninggalin anak. Jika memang dia ada skill dalam dunia digital, bagusan cari kerja yg berhubungan dengan digitalisasi . Tetap menghasilkan uang, dan tetep bisa bersama anak2
Awalnya istriku juga sempet kerja di awal-awal pernikahan mbak. Bahkan sampai udah punya anak pun, istriku masih lanjut kerja lho selama beberapa tahun. Sampai akhirnya 2 tahun lalu ia berhenti, bukan karena saya suruh… tapi karena terkena pengurangan.
Alhamdulillah, sampai sekarang udah gak kerasa 2 tahun berlalu dengan 1 income saja. hamdalah, semua bisa dilalui meski tidak mudah.
Sisi positifnya, anak jadi gak kekurangan kasih sayang. Bisa dekat bersama kedua orang tua, meski memang saya sebagai pencari nafkah masih sering lembur siang dan malam.
Fleksibelnya bekerja di dunia digital memang sering disalah-artikan. Mentang-mentang bisa bekerja dari mana saja, jadi dianggap bisa mengorbankan seluruh waktu.
Padahal, fleksibel harusnya berarti kitanya bebas menghabiskan waktu dengan keluarga. Tapi di sisi lain, masih bisa produktif di sela-sela waktu itu.
Mau apapun profesinya, jadi Ibu memang tidaklah mudah.
Banyak tuntutan dan tantangan dari segala penjuru mata angin.
Semangaattt buat para Ibu +62!!
Iyaya kalau udah di rumah ya udah ga usah dulu mikirin kerjaan. Kan udah tadi dilakukan pas jam kerja. Sehingga tetep ballance ya mbak antara bekerja dan keluarga
Ibu bekerja di mataku keren banget sih. Sangat patut di apresiasi sekali. Effort nya luar biasa. Tapi ada benernya, stigma yang terbentuk masih aja terkait abai sama keluarga padahal nggak gitu ya. Apalagi di era digitalisasi ini. Bahkan banyak ibu bekerja dari rumah, penghasilannya dolar. Anak dan suami tetap terurus maksimal pula.
So pasti setiap masa ada tantangannya. Keahlian bahasa dan bisa menulis serta desain, tentu ngebantu juga dalam kemulusan karir era sekarang.
Setuju banget, setiap rumah tangga punya struggling sendiri-sendiri untuk bertahan. Memang benar juga, soal menciptakan batasan meski masih banyak yang mengabaikan.
Aku selalu salut sama ibu-ibu yang bisa mengambil berbagai peran dan bisa membagi waktu antara pekerjaan dan anak. Pikirku, yang belum ada anak saja kadang kewalahan membagi waktu apalagi yang sudah punya. Seharusnya si di era ini stigma semacam itu sudah tidak ada lagi, tapi faktanya mungkin tidak demikian…
Era digital membuka peluang ibu bekerja dari rumah. Dengan bekerja di rumah waktu bisa lebih fleksibel mengikuti pekerjaan di rumah. Lebih enak sih sebenernya, tapi memang betul bahwa pengelolaan waktu tetap harus dilakukan meski bekerja di rumah. Jangan jadi over tume atau bahkan keteteran gak kebagian karena sibuk mengurus anak dan rumah. Tantangan akan sslalu ada.
Bisnis digital emang menjanjikan bagi ibu rumah tangga yang tetap ingin berpenghasilan ya. Walaupun tetap ada waktu yang harus dibayarkan setidaknya bisa tetap sambil memantau anak-anak di rumah.
Jujur aku pribadi merasakan walau sudah terbantu dengan teknologi digital dan bekerja dari rumah tetep aja agak susah bagi waktunya sama urusan domestik dan anak2.
Kyk kadang ngrasa bersalah, fisik di rumah, tapi jiwa di mana. Sementara anak2 kek ditinggal sendiri. Makanya kadang dikonversi sama wikn tu ngajakin anak quality time sendiri tanpa pegang gadget.
Menurutku yang terpenting adalah membangun waktu berkualitas dengan anak, walaupun aktivitas kita sebagai emak2 digital banyak.
dunia digital sekarang memang membuka banyak peluang ya tak hanya bagi anak muda namun bagi para ibu yang berada di rumah untuk bisa terus produktif dan bahkan meraup cuan
Mbaaaa Ammaaa
Menarik banget bahasannya berasa relate huhuu, karena jadi ibu pekerja di era digital memang punya dua sisi. Di satu sisi lebih fleksibel, tapi di sisi lain batas antara waktu kerja dan keluarga jadi makin tipis. Kadang kerja dari rumah malah terasa seperti tidak pernah benar-benar selesai
semakin canggih juga teknologi sekarang dan tipe pekerjaan yang bisa dikerjakan dari mana aja. Apalagi era digital sekarang memang membuat banyak orang penasaran dan mengambil peluang kerjaan dari sana.
Banyak sekali berita yang aku baca, ibu-ibu rumah tangga bisa sukses dari rumah, dari kerjaan di dunia digital, keren banget ini
Dunia digital memudahkan seseorang untuk bekerja dimanapun, termasuk ibu. DIbalik sebuah kemudahan memang ada sebuah konskuensi yang harus dibayar sih. Fleksibilitas memang memudahkan tetapi ada batasan juga yang harus dipenuhi. Dukungan orang sekitar dan manajemen diri yang baik akan menjadi kunci sukses ibu bekerja dari rumah. Keluarga pun lebih terurus