Mendidik anak di zaman sudah banyak perubahan gaya hidup keluarga memang tantangan tersendiri. Di era digital seperti sekarang, kemajuan teknologi, kesibukan kerja yang nyaris lebih lama dari biasanya, dan ekspektasi sosial terkadang membuat beberapa keluarga harus merasakan tantangan luar biasa.
Untuk itu, pentingnya parenting modern yang adaptif dan tetap hangat harus dipelajari oleh setiap orang tua. Bukan hanya untuk keluarga harmonis, tetapi anak-anak mampu menempatkan dirinya sesuai dengan zaman tanpa perlu merasa kehilangan orang tuanya.
Orang Tua Harus Paham Kondisi Anak di Era Digital
Memang tidak mudah. Bukan berarti tak bisa. Hubungan antara orang tua dan anak di era digital memang perlu diupayakan. Anak-anak banyak yang tumbuh ditemani dengan gawai dan media sosial. Secara otomatis pola pikirnya juga mengikuti apa yang mereka rasakan dan lihat. Sebagai orang tua harus mampu memberikan ruang yang seimbang antara komunikasi sebagai interaksi nyata dan teknologi.
Jika bersikap seperti ini, bisa dipastikan anak-anak tetap akan mau terbuka dan menjaga komunikasi dengan orang tuanya. Bahkan anak bisa memiliki empati yang tinggi sehingga tidak ada yang merasa jengkel dengan keberadaannya.
Tips parenting modern memang tidak memberikan kesempatan orang tua untuk tampil diktator lagi. Namun, perlu juga ketegasan terkait batasan yang harus dan tidak harus. Soalnya ini sangat penting untuk perkembangan anak-anak juga. Mereka harus tahu mengapa orang tuanya bersikap demikian yang dijelaskan lewat komunikasi terbuka.
Kualitas Waktu Lebih Utama dari Kuantitas
Orang tua masa kini sangat penting untuk paham terkait waktu yang berkualitas daripada kuantitas. Di era digital yang membuat orang tua lebih sibuk, harus mempersiapkan waktu yang berkualitas untuk membangun bonding dengan anak. Tidak perlu hadir setiap 24 jam tetapi anak-anak tidak merasakan kehangatan, keterbukaan bahkan kebahagiaan bersama orang tuanya.
Menyiapkan waktu berkualitas bersama anak akan memberikan dampak dari tumbuh kembang yang setiap haro berlagsung.Untuk itu, sangat penting dilakukan baik itu dengan aktivitas membaca bersama, masak di dapur, atau jalan-jalan sore.
Kebersamaan ini akan menjadikan anak juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Selalu merasa ada orang tua yang akan mendukung setiap langkahnya.
Parenting Modern Tetap Punya Boundaries
Saya tuh heran ketika ada anak-anak yang bilang orang tuanya kejam karena pembatasan dalam pemakaian ponsel. Ada juga yang merasa tidak dianggap sebagai anak karena orang tuanya sibuk bekerja. Padahal pasti orang tua modern seperti sekarang memang harus berupaya lebih agar kehidupan rumah tangganya terus berjalan lancar dan bahagia.
Nah, anak zaman sekarang dimana semua serba digital, memang orang tua dituntut untuk memahami dan setidaknya menjadi tameng utama dalam mencegah hal-hal tidak baik. Perlu ada batas jelas terkait sudah sejauh mana anak-anak harus bermain dan bergaul. Tetap harus ada batasannya supaya tetap berjalan lancar.
Batasan tida menganggap orang tua itu kaku. Justru dengan kondisi era digital sekarang, anak dan orang tua harus lebih adaptif dan orientasinya di masa depan yang lebih jauh lagi. Adanya batasan menjadi bukti bahwa setiap orang punya cara merawat anak-anak di tengah informasi sudah sangat mudah ditemukan. Batasan itu mencegah dari perbuatan buruk dan menjadi penuh kasih di dalam keluarga.
***
Well, menjalankan parenting di tengah kehidupan yang modern saat ini memang tantangannya luar biasa. Namun, penting untuk menjalaninya dengan bahagia dan membuat dokumentasi seperti catatan harian Rani R Tyas, salah satu teman bloger yang seringkali memberikan insight terkait pola pengasuhan di era digital seperti sekarang.
Kelak ketika anak-anak sudah makin besar, catatan tersebut akan menjadi kenangan luar biasa bahkan bahan evaluasi jika kelak masih ada umur di mana Allah memberikan kesempatan punya cucu. Ilmunya bisa dievaluasi untuk anak-anak kita apakah masih layak pakai ketika mendidik anak zaman sekarang.


Menjadi orang tua di zaman sekarang tantangannya berbeda dibanding di zaman dulu Apalagi di zaman digital ini banyak sekali yang harus diperhatikan dan harus lebih pintar dari anak-anak yang lebih paham soal gadget. Harus ada boundaries dalam mengajar mereka supaya tidak melihat hal yg tidak baik yg sangat mudah diakses
Benar kata sahabat Nabi kalau kita mendidik anak itu harus disesuaikan dengan kondisi jamannya
Sekarang jaman serba canggih
Teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan, sebagai orang tua jangan sampai tertinggal juga ya. Bisa merusak masa depan anak kalau orang tua tidak mampu mengimbangi perkembangan dunia parenting di jaman now ini
Kalo mau komparasi, pastinya pengasuhan anak jaman kiwari tu jauuuuuuhhhhhhh lebih syusyah dan challenging ketimbang jaman kita kicik dulu.
Anak2 sepantaran kita gampil.dinasihati soal dosa, neraka, bahaya jadi anak durhaka, dan hal2 “ghaib” lainnya.
anak jaman now? boro boro
kepada Allah, kita berserah dan memohon pertolongan
Memang sesuatu ya di jaman now buat para orangtua. Daku pun melihat hal itu dari metode parenting yang diterapkan kakak, gimana dia membatasi anaknya dengan ponsel, sehingga tetep bisa belajar, dan bermain mengenal lingkungannya
Zaman digital seperti sekarang dimana informasi apapun mudah di dapat memaksa orang tua untuk lebih ketat lagi dalam medidik anak, terlalu ketat juga akan membuat anak merasa terkekang.
Saya sangat setuju jika kualitas waktu bersama anak itu sangat penting, daripada sering bertemu tapi sibuk masing-masing, sebaiknya kita juga meluangkan dan merencanakan bersama-sama supaya quality timenya terwujud dengan sempurna.
setiap era mempunyai cara pengasuhan yang berbeda dan orang tua tidak bisa memaksakan cara pengasuhan yg mereka dapat dulu pada anak sekarang karena anak2 hidup di masa sekarang bukan masa lalu…
gentle parenting menurutku baik namun tetep butuh ketegasan2 yang tidak boleh dilanggar sehingga anak bisa bebas mengekspresikan dirinya namun tetap dalam batasan norma yanng kita berikan..dan jangan hanya memberikan kuantitas namun juga berikan kualitas dalam hubungan
Jaman sekarang, parenting diktator nggak bisa lagi diterapkan. Tapi, meski begitu, nggak seharusnya anak menjadi bebas tanpa batasan. Yang kuperhatikan di sekitarku, banyak anak yang akhirnya malah kurang menghormati orang tua.
Jadi, aku setuju banget kalau parenting modern tetap harus ada boundaries.
Tulisan yang sangat bagus Mbak Amma karena memang anak harus dididik sesuai dengan zamannya. Nah waktu itu aku posting foto Saladin lalu ada kawan yg Komen “udah izin anaknya?”
Ternyata menerapkan boundaries itu penting, walau ke anak sendiri. Siapa tahu dia ogah diposting foto atau ceritanya.
Mengurus anak-anak di zaman modern seperti sekarang memang gampang-gampang susah. Kita sebagai orang tua harus adaptif dan terus melek dengan perkembangan ilmu pengetahuan agar dapat menyeimbangkan dan beradaptasi dengan masa sekarang, maka memang benar apa yang dikatakan Ali bin Abi Thalib bahwa kita harus mengurus anak sesuai dengan gaya zamannya masing-masing
tantangan mendidik anak di era digital ini memang luar biasa, tapi kuncinya ada di bonding dan komunikasi terbuka, bukan lagi dengan sikap diktator.
Emang lebih baik intens 15 menit tanpa gawai daripada seharian bareng tapi sibuk masing-masing. Batasan (boundaries) yang konsisten juga penting agar anak tetap punya kompas, tanpa merasa dikekang.
Walau sebentar yang penting berkualitas banget
Aku selalu ingat nasehat Ibu Aisyah Dahlan, kata beliau mengasuh anak itu mesti sesuai dengan zamannya. Pun cara pengasuhan harus upgrade.
Tulisan artikel terkait parenting modern yang adaptif dan tetap hangat yang Mba sampaikan ini sangat relevan banget. Beneran bisa di aplikasikan dalam pengasuhan anak dan syukur-syukur bisa di evaluasi. Supaya tidak ada trauma pada anak atau luka batin kepengasuhan ya. Tantangannya udah pasti nggak kaleng-kaleng juga. Apalagi di era ortu mesti berjuang cari nafkah di situasi perekonomian yang carut marut. Semangat terus ya buat para ortu.
Cara mengajar anak zaman now dengan anak aman dulu beda banget ya kak. Anak zaman now kritis2, nanya segala macam. Kita hrs siap dgn jawaban yang memuaskan mereka. Tapi krn zaman serba digital, kita bs cari tahu dgn gawai scr cepat. Bahkan anak2 pun skrg udh ngerti tanpa tanya ke ortu. Tapi kalo kebablasan tanya kecerdasan buatan, ya bahaya jg sih.
Tetap sering komunikasi dgn anak biar boundaries tetap terjaga. Biar anak ga ngobrol dengan AI aja, tapi juga bs curcol bebas dgn ortunya.
Mendidik anak di era sekarang pasti berbeda dengan zaman kita dulu. Dan ya, kita harus menyesuaikan diri dengan zaman ini agar tetap bisa terkoneksi dengan anak. Harus ada batasan, aturan dan edukasi yang jelas dan tegas agar mereka tidak tenggalam bersama gawai. Walaupun ini juga gimana tipe anaknya ya.
Saya pribadi selalu berusaha menjauhkan atau minimal mengurangi paparan gadget kepada anak si.
Tablet hampir jarang saya kasih, hape apalagi. Nonton Youtube di TV pun selalu dalam pengawasan saya, biar nantinya tak ada konten aneh yang masuk dalam daftar tayangannya. Bahkan gak cuma itu, sekedar TV biasa (antena) pun itu saya makin jarang untuk ngasih si. Sebab gak sedikit juga lho tayangan TV yang aneh-aneh.
Sekarang mah, banyakin bounding aja lah. Main santai, bareng sama anak.
Orang tua harus adaptif dalam membersamai anak-anak karena zaman terus berubah. Tidak bisa orang tua mendidik anaknya tapi tidak update perkembangan zmaan. Anak-anak hidup di zamannya bukan di zaman orang tuanya.
Kalau orang tua tidak mau belajar, aduuh nanti tertinggal sama anaknya. Anak sekarang kan sudah canggih-canggih yaa. Biar bisa mengimbangi mereka maka kita sebagai orang tua sebaiknya harus mau belajar lagi dan belajar terus
setiap era pasti ada tantangannya masing-masing ya bagi orang tua. kayak sekarang eranya gen alpha mereka sudah terpapar gadget sejak bayi dan bahkan bisa mengerti cara pemakaian hape lebih dini dari kita. belum lagi bahasanya sekarang canggih bener dan orang tua mau tidak mau harus beradaptasi dengan era ini. meski demikin orang tua juga harus tetap bertindak tegas pada anak jangan sampai anak jadi berani pada oraang tua
Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya. berhubung saat ini digitalisasi semakin berkemabng, metode pendidikan anakpun tidak bisa menggunakan metode saat kita dididik orang tua kita dulu. Ilmu parenting terus berubah, maka orangtuapun harus belajar untuk mengikutinya, karena orang tua pernah jadi anak, tapi anak kan belum pernah jadi orang tua bukan.
Godaan terbesar di era yang serba instan dan cepat yaah..
Selain karakter anak, evaluasi karakter kita juga yang merupakan hasil didikan turunan dari orangtua dulu.. jadi tetep mewariskan gaya pengasuhan ini pasti ada.. tapi semoga senantiasa ditolong Allah untuk mengasuh anak-anak generasi sekarang dengan segala kelebihan dan tantangannya.
Barakallahu fiikunna, ka Amma dan ka Rani yang senantiasa memberikan catatan parentingnya.
Mengasuh anak di zaman sekarang memang penuh lika liku, di satu sisi teknologi informasi membawa dampak positif namun disertai pula dampak negatif.
Orang tua dituntut harus bisa menyeimbangkan kedua sisi. Tulisan Kakak membuat saya sadar akan pentingnya peran ini kelak saat saya jadi orang tua nanti. Terima kasih ya Kak.