Halo, sobat Bunda Belajar
Ibu rumah tangga yang tidak bisa diam pasti akan melakukan berbagai aktivitas selain pekerjaan utama dalam domestik. Apalagi kalau bisa mendatangkan cuan, rasanya tuh sangat membantu isi rekening supaya tidak menunggu transferan pasangan terus.
Salah satu yang bisa dilakukan dan saya pun sudah menjalankannya sejak Februari 2026 lalu adalah berjualan Salad Sayur. Awalnya tidak percaya diri karena khawatir target pasarnya tidak pas. Maklum awal-awal jualan ini masih menitipkan di lapak UMKM yang dikelola oleh teman sendiri bersama dengan pasangannya.
Makin lama ternyata makin banyak yang mencari, alhamdulillah. Kalau saya libur alias memilih tidak menitipkan pada suatu hari karena prioritas anak-anak, rasanya tuh ada yang sayang sekali dilewatkan. Namun, balik lagi bahwa saya jualan memang bukan sepenuhnya untuk menyokong kebutuhan keluarga. Murni karena saya suka beraktivitas dan mendatangkan cuan itu bonus.
“Diseriusin aja Mbak Amma. Siapa tahu bisa punya kedai Salad Sayur sendiri.”
Ucapan dari teman ini saya amin-kan tetapi tidak bisa berekspektasi apa-apa sebab ijin dari suami untuk berjualan ini bukan untuk menggantikan posisinya sebagai pencari nafkah keluarga. Dalam agama juga tidak bisa demikian selama pasangan masih mampu dan layak mencari nafkah. Kalau misalnya saya beraktivitas dan dapat uang itu tidak diniatkan sebagai mata pencaharian. Lumayan kalau mau ngemall atau beli skincare seketika bisa langsung beli tanpa minta dulu, hehe.
Saya sudah bertahan hingga 3 bulan ini ternyata memang jatuh bangun. Mulai dari harus cek pasar dengan nyetok 2-3 pax dulu. Bahkan kadang ada yang tidak laku sehingga saya minta penjaga lapak untuk diambil atau dikonsumsi saja sendiri bahkan dibagikan ke sekitar. Ya, namanya jualan pasti demikian dinamikanya, bukan?
Namun, saya bersyukur sudah berjalan selama 3 bulan itu sungguh waktu yang tidak sebentar. Saya bisa menabung uang SPP untuk anak kedua karena kelak bersekolah di SD swasta. Makanya sangat senang jika ada manfaat selain buat ngemall dan skincare, haha.
Tips agar Jualan Salad Sayur Tetap Semangat
Berikut beberapa cara saya agar tetap berjalan lancar jualan Salad Sayur-nya:
Bahan Fresh dan Beda pada Umumnya
Selada adalah bahan utama Salad yang harus dalam kualitas oke. Kebetulan saya punya network penyedia selada yang selalu fresh. Bahkan bukan ditanam seperti pada umumnya alias hidroponik. Nah, hasil selada dari hidroponik memang bagus sekali.
Disimpan beberapa lama di kulkas tidak busuk dan tetap terjaga kriuk-kriuknya. Inilah mengapa saya percaya diri menjual Salad karena memang bisa info ke konsumen kalau selada-nya beda dari yang biasanya.
Selain hidroponik, wortel dan kubis ungu saya peroleh dengan status tanaman organik. Jadi, benar-benar memperhatikan dari segi kesehatan pemilihan produknya. Kalau wortel biasa sih memang lebih banyak dan murah tetapi namanya ingin berbeda dan memanjakan konsumen dengan produk yang beda, harus jadi pertimbangan.
Dressing yang Beraneka
Nah, soal ini jujur saja saya masih pakai satu jenis dressing yaitu Wijen Sangrai mayo. Ke depannya akan ada Thousand Island dan Yoghurt. Saat ini saya cuma menyediakan Salad Sayur ditambah Telur atau ditambah Ayam Grill. Itu juga karena ada permintaan sebelumnya.
Jadi, mungkin kalau ada permintaan juga terkait dressing bisa sekalian saya belajar membuat yang homemade sehingga bisa meminimalkan biaya produksi.
Kemasan yang Menarik dan Memudahkan
Di saat harga plastik meninggi, di situlah kegalauan terjadi. Namun, bukan berarti jualan terhenti. Bismillah selalu ada kemudahan sehingga harga kemasan dan harga bahan jadi saling melengkapi dan tetap bisa menyimpan keuntungan.
Untuk Salad yang saya jual ini pakai kemasan thinwall bukan mika. Alasannya, konsumen bisa langsung menikmati dan kemasannya juga bisa digunakan kembali. Setidaknya mengedukasi juga ke konsumen terkait kemasan ramah lingkungan karena tidak langsung dibuang.
Promosi dengan Media yang Memudahkan
Ini juga sebenarnya penting. Namun, jujur saja untuk media sosial seperti Instagram ketika menjalani jualan Salad ini tuh tidak kepegang sama sekali. Makanya masih kosong postingan. Target sebelum akhir tahun sudah diisi dengan postingan yang lebih menjual, hehe.
Selama postingan media sosial belum ada, saya juga berusaha mengenalkan Salad sayur dengan mengadakan kerjasama sponsorship ketika ada kegiatan. Kebetulan sekali Juni 2026 mendatang ada kegiatan journaling yang menerima produk saya sebagai sponsor.
Lumayan untuk mengenalkan lebih luas, hehe…
Berani Coba dan Luruskan Niat
Memang awalnya seperti tidak mungkin. Apalagi saya mengurus tiga anak sendirian tanpa ART. Saya hanya percaya dan minta ijin sama pasangan agar dimudahkan kegiatan saya ini. Anak-anak juga tetap jadi prioritas utama. Kalau memang ada hari dimana tidak memungkinkan jualan, yaa tidak memaksa. Asalkan semuanya tetap ridho dengan kegiatan yang dimulai sejak jelang subuh setiap hari (kecuali Ahad dan tanggal merah/libur).
Niatnya untuk lebih berdaya dan bisa mengedukasi lebih banyak orang untuk makan yang sehat-sehat. Untungnya adalah bonus untuk kesenangan diri juga.
***
Well, menjual Salad Sayur memang ide bisnis yang menjanjikan jika dilakukan dengan cara yang tepat. Bahkan bisa mendatangkan cuan dengan omset lumayan. Hanya saja memang dibutuhkan keseriusan untuk berkembang lebih cepat. Beda kalau hanya sekadar untuk menggunakan waktu luang daripada ghibah yang tak bermanfaat, hehe.


mba Amma warbiyasakkkk
Beneran energi, stamina dan kreativitasnya luberrr
aku aja anakku dah gede tapi kok magerr bangettt arep jualan
Salad atau sayur salah satu makanan yg tidak bisa tahan lama ya? Salut dengan keberanian terjun di usaha ini
Semoga terus meningkat hasilnya, sukses dengan bisnisnya. Kalau saja dekat pengen ikut beli, memajukan usaha sesama…
Coba kalo ada di solo mbaa kau juga pengen cobain…
Disini juga ada beberapa macam cafe yang menunya memang hanya salad sayur mbaa dan alhamdulillah semakin berkembang itu bukti bahawa salah sayur ini sebenarnya banyak peminatnya kan…
Semoga kedepannya bisa berjalan dengan semakin baik dan semakin laris dan berkembang ya mbaa sehingga juga bisa digunakan sebagai sumber penghasilan tambahan tapi dengan ridho seluruh keluarga pastinya yaa 🙂
Wah, keren mbak Rahmah. Saya setuju banget si kalo Ibu Rumah Tangga, itu boleh banget kalo mau produktif dari rumah. Minimal uang jajan buat diri sendiri bisa terpenuhi deh, atau ya kalau nggak sekedar mengisi waktu kosong agar ada momen untuk aktualisasi diri. Syukur-syukur kalau nantinya bisa terus berkembang, jadi kedai salad kayak mbak Rahmah ini.
Lanjutin terussss mbak, hehehe. Semangaaat!
Cara menikmati sayuran segar yang sehat adalah dengan mengolah sayur menjadi salad, kadang kalo dimakan langsung mah tidak semua orang suka rasa sayur.
Teh coba bikin salad sayur yang dressing nya saus kacang, pasti enak tuh, eh tapi namanya jadi berubah ya kalo gitu mah jadi karedok, haha
Kalo saya mah kadang sayur mentah segar dimakan langsung juga karena udah terbiasa, hampir tiap hari makan lalap + sambel
MasyaAllah watabarakallah. Produktif sekali Mbak Amma sampai bisa mengisi waktu luangnya dengan membuat salad sayur dan menghasilkan cuan sebagai bonusnya. Orang kreatif kalau gabut beda, ya, bisa jadi ide yang keren.
Mungkin bisa ditambahkan gambar real salad sayur nya Mbak. Siapa tahu ada teman-teman yang terinspirasi dengan bisnis salad sayur ini dan sedang mencari referensi tentang bahan, dressing, sampai membuat kemasan dan cara promosinya. InsyaAllah bermanfaat banget
Sepakat Mbak. Era sekarang orang-orang sedang berbondong-bondong hidup sehat, salad sayur salah satu pilihan buat sarapan atau makan siang yang lezat. Malah teman ku ada yang makan malam pake salad sayur. Saking pengen jaga kesehatan katanya.
Masha Allah ya, pengalaman jualan salad sayur selama tiga bulan ini berkah sekali, bisa tambah tabungan anak buat SPP, selain dari pada skincare dan jajan. Barakallah banget. Semoga saja bisa lanjut terus jualannya sambil tetap menjadi ibu terbaik buat anak-anak.
Udah paling mantep sih kak Amma ….. bisa tetap menomorsatukan anak-anak tanpa kehilangan ruang untuk mengaktualisasikan diri. Manajemen waktunya luar biasa, apalagi mengurus tiga anak tanpa ART.
Niatnya yang mulia untuk mengedukasi makanan sehat sekaligus bonus cuan buat tabungan SPP dan self-reward benar-benar patut dicontoh.
Semoga kolaborasi sponsorship di acara journaling bulan Juni ini berjalan sukses dan makin meluaskan pasar saladnya, ya!
Yang daku bayangin salad sayur adalah sayur pecel hehe, malah ke mana-mana. Mantul mbak Amma untuk bisnisnya. Lancar selalu ya. Setidaknya dari bisnis ini juga mengajarkan hidup sehat ya, yaitu jangan lupa makan sayur hehe
Di tengah tren budaya hidup sehat skrg, kebutuhan salad ini tentu penting ya kak. Org2 tuh sebenarnya perlu edukasi spt ini biar mereka ga gampang sakit. Dengan bahan organik dan fresh, tentu salad bakal jadi makanan pendamping yang dibutuhkan semua orang, bahkan utk masa depan di tengah gaya hidup sehat masyarakat.
Pokoknya jalani aja dulu sambil riset kebutuhan pasar di sekitar kita ya kak. Siapa tahu bs jadi jalan pembuka rezeki buat kita.
Salad sayur emang lagi trend juga mbak di sini, soalnya orang2 udah mulai aware soal makanan sehat. bener tu diseriusin aja, pangsa pasarnya pastinya ada. Manfaatin media sosial buat branding.
Malah seringnya orang2 tu mulainya dengan bikin WA story trus dibaca tetangga, eh orderan masuk.
Bisa juga manfaatin aplikasi ojol juga andai nggak ada gerainya.
Trus emang tantangannya adalah mencari supplier yang bisa memasok sayuran segarnya, tapi kalau dah nemu keknya mulus tu 😀 Apalagi kalau dah punya langganan tetap.
Dari deskripsinya ka Amma aja uda bikin ngileerr..
Aku suka sayuran kriuukk.. apapun protein yang ada.. asalkan sayurannya seger dan dressingnya balance, rasanya pasttiii enaakk..
Mbak Rahma keren berani memulai usaha walaupun skalanya masih kecil. Salad sayur ini akhir-akhir ini juga mulai digemari karena banyak orang yang mulai terbuka tentang hidup sehat. Saya suka salad sayur. Seger gitu dan paling saya suka pakai thousand island. Menariknya, salad mbak Rahmah pakai sayur hidroponik dan organik. Ini jadi keunggulan tersendiri sih. Semoga usahanya terus berkembang. Lumayan buat jajan-jajan cantik.
Aku setuju. Salad sayur tuh soal dressing. Ya, mau gimana? Rasa sayur ya begitu kan. Selada begitu. Buat pecinta sayur, makan sayurnya doang jadi lalap sudah oke.
Tapi kalau salad kan emang beda. Jadi, dressingnya emang kudu yang menggoda selera konsumen.
Wah, ini inspiratif sekali. Bunda produktif dari rumah. Saya sepakat kalau pemilihan bahan baku yang premium seperti selada hidroponik dan sayuran organik itu jelas jadi nilai jual wow. ini juga memiliki daya tarik yang kuat banget buat menggaet pelanggan karena saat in ui memang orang mulai aware dengan kesehatan, apalagi dikemas pakai thinwall yang bisa dipakai ulang. Keren banget pokoknya.
Wah keren, mbak. Aku dari kemarin pengen nyoba jualan nggak berani-berani hihi. salad sayur sekarang juga cukup banyak yang nyari sih karena sekarang orang-orang juga sudah semakin aware dengan makanan yang masuk ke tubuh mereka dan ingin hidup lebih sehat
Wah keren mbak. Next klo kita meet up, aku pesen ya salad sayurnya. Kebetulan aku klo sarapan sekarang seringnya salad sayur
Waaah…makasih banget nih mbak tipsnya…salad sayur emang rekomended niih buat pilihan ibu yang ingin berbisnis. Makanannya sehat bisa dimakan di rumah juga. Jadi ibu memang harus produktif ya mba
Keren mbak, bocil 3 tapi masih eneergikkk seperti itu, warbiyasah, energi dan kreativitasnya kulakan dimana mbak, aku ikutan, secara gampang banget capek akhirnya mau ngapa-ngapain sudah habis energinya
Saya suka makan sayur karena penuh dengan serat vitamin dan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. tapi untuk membuat bisnis soal sayuran ini saya nggak berani karena butuh kesegaran dan juga konsistensi yang sangat penting tapi pas baca ini saya pikir masuk akal juga ya bisnis sayur. Semoga laris manis bisnisnya ya