Bahas ibu rumah tangga memang tidak ada habisnya. Apalagi kalau dialami dan dijalani sendiri, hehe. Selalu ada hal yang bisa dibagi meski kadang maju mundur karena malu-malu menceritakan atau waktu sudah habis membersamai anak-anak sehingga artikelnya batal tayang.
Namun, saya percaya banyak di luar sana yang bertanya-tanya terkait ibu rumah tangga kok bisa dapat uang? Kan uangnya dari suami saja. Hmm… awalnya saya mengira juga demikian setelah menikah. Ternyata bisa kok tetap dapat pendapatan meski sudah ada yang pasti dari suami.
Belum lagi kalau finansial keluarga tidak baik-baik saja dan butuh support dari istri, tentu bisa mencari jalan peluang cuan meski tetap berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Namun, perlu diingat lagi bahwa mencari uang bagi istri sementara suami juga masih bekerja untuk menafkahi keluarganya, tidak dalam posisi setara. Kecuali memang ada kondisi tertentu seperti suami sakit tidak bisa maksimal bekerja, single parents atau kondisi lain yang memang perlu turun tangan sang istri.
Kalau masih sanggup si suami memberi nafkah untuk kebutuhan keluarga, si istri sebisa mungkin tidak meniatkannya sebagai mencari penghasilan tetapi sekadar support. Sebab, sesuai keyakinan di dalam agama yang saya anut, ketika istri memposisikan sebagai pencari nafkah sementara suami juga masih sanggup lahir batin mencari nafkah, maka akan menimbulkan masalah dalam keuangan. Selalu akan merasa kurang dalam keuangan keluarganya dipastikan karena itu sudah dijelaskan dalam kitab suci.
Saya juga masih ingat betul ketika salah satu ustadz ternama menjelaskan soal mencari nafkah ini yaa memang bebannya seorang laki-laki di dalam keluarganya. Perempuan tidak dilarang bekerja tetapi sedikit banyaknya akan terjadi masalah dalam finansial karena keberkahan tidak turun dan seringnya hanya cukup untuk kebutuhan sang istri saja. Diingat ya ini jika si laki-laki masih mampu mencari nafkah tetapi tidak mau dilakukan dan menjadikan istrinya yang harus turun tangan.
Nah, ketika ibu rumah tangga berupaya untuk memberdayakan dirinya yang bisa menghasilkan uang itu diperbolehkan TAPI ada satu hal yang nyaris terjadi adalah ada urusan rumah tangga terbengkalai, tertunda atau tidak terurus karena disibukkan dengan kegiatan mencari uang tersebut meski bukan penghasilan utama.
Jadi, ibu rumah tangga yang mau upgrade diri dan menghasilkan uang harus bisa pastikan tugas dan prioritas utamanya sudah selesai dan bisa dimenej dengan baik. Dan berikut 10 kegiatan IRT yang bisa menghasilkan uang meski dari rumah:
1. Jualan Produk Masakan Olahan Sendiri
Saya sudah menjalan ini sejak Februari 2026 lalu. Terbilang masih baru tetapi lumayan buat menambah tabungan meski memang bukan jadi hal utama dalam keluarga kami. Uang utama yaa dari ayahnya Trio S pastinya, haha.
Jualan masakan olahan sendiri saya buat yang mudah dan sederhana serta tidak menyita waktu banyak seperti:
- Aneka salad
- Aneka puding
Beruntung juga ada lapak yang setiap pagi menanti olahan tersebut sebagai salah satu bentuk menu sarapan pagi. Lumayan setiap hari bisa nabung puluhan ribu. Suami juga selalu mengingatkan kalau kegiatan saya ini tidak boleh mengganggu waktu bersama anak-anak, keperluan anak-anak sudah dipenuhi dulu dan tentunya kebutuhan semua anggota keluarga.
2. Jualan Jasa Artikel di Blog/Website
Meski yang terasa saat ini peluangnya kecil karena sudah begitu banyak pemainnya, tetapi pelan-pelan dan sabar menjalaninya pasti ada-ada saja. Nah, jualan artikel ini biasanya kita dapat tawaran menulis tema tertentu sesuai niche blog atau website yang membutuhkan konten.
Setelah artikel tayang, pembayaran bisa diterima. Namun untuk proses pembayaran ini juga bermacam-macam. Ada yang langsung, ada pula yang harus menanti beberapa bulan baru terbayarkan. Di sinilah tantangan kesabaran yang harus dijalani. Kalau tidak sabar pasti akan menyerah dan biasanya melakukan aktivitas lain yang bisa mendatangkan peluang cuan lain.
3. Jualan Hasil Tanaman dari Kebun Sendiri
Ada juga IRT yang suka dunia tanam-menanam. Ada yang cuma hobi tetapi ada juga yang dari hobi menjadikannya sebagai peluang cuan. Misalnya suka nanam hidroponik, hasilnya dikonsumsi sendiri. Namun, hasil panen kadang berlebih dan daripada dibuang lebih baik diberdayakan jadi uang.
Tidak sedikit yang malah mendapatkan kerja sama dengan UMKM yang berjualan makanan sehingga saling simbiosis mutualisme. Lebih asik kan menjalani hobi tetapi tabungan juga terisi, hehe.
4. Jualan Produk Digital
Nah, ini tuh lebih mudah karena modalnya punya aplikasi yang bisa share link produk digital yang nantinya dibeli orang. Kalau tidak punya produk digital sendiri, bisa ikut afiliasi. Biasanya ada orang-orang yang membuka afiliasi produk digital yang dimiliki sebagai salah satu metode pemasaran produknya. Lumayan kan tidak perlu susah-susah bikin e-book kita bisa langsung pasarkan e-book yang dijual orang lain.
5. Jualan Jasa Konsultasi sesuai Bidang yang Ditekuni
Misalnya dulu kuliahnya di psikologi, maka bisa menawarkan diri untuk menjadi konsultan di lembaga tertentu atau memberikan webinar atau seminar yang membahas terkait masalah tersebut. Bisa juga expert bidang public speaking bisa memberikan kuliah daring di komunitas tertentu yang membutuhkan materi tersebut. Biasanya akan dibayar sesuai tawaran yang diberikan.
6. Jualan Jasa Kerajinan Tangan
Nah, kerajinan tangan ini ada banyak sekali. Produk yang bisa dihasilkan juga bermacam-macam. Ada aksesori, perlatan rumah tangga atau bahkan benda-benda merchandise untuk sebuah instansi dan acara tertentu.
Misalnya bikin buket bunga/uang/makanan, sulam produk handuk/saputangan, mug atau bentuk merchandise lainnya. Seringkali yang seperti ini laku keras karena harganya juga terjangkau apalagi dibutuhkan dalam jumlah yang besar.
7. Jualan Ilmu Lewat Kursus Online atau Private
Bagi yang senang mengajar dan berbagi ilmu, ini juga bisa dilakukan dari rumah. Sesuaikan dengan waktu sehingga tetap mengajar dengan bahagia. Jangan sampai sambil mengajar tetapi anak-anak juga sibuk mengganggu karena mengambil waktu yang tidak pas.
8. Reseller dan Dropship
Kelebihan melakukan kegiatan yang menghasilkan uang seperti ini, kita tidak butuh menyetok barang. Cukup menjual melalui share foto atau video melalui media sosial atau status Whatsapp. Jika ada yang tertarik, kita bisa menghubungi penjualnya agar dikirim atas nama kita pengirimnya. Pastinya hal satu ini sudah banyak yang menjalaninya dan so far berhasil juga.
9. Content Creator
Meski memang sekarang saingannya makin banyak, tidak ada salahnya dicoba. Apalagi kalau sudah yakin dengan kemampuan ilmu dan praktik yang dikuasai, misalnya dalam hal parenting atau DIY. Biasanya buat kontennya akan makin semangat. Nah, kalau sudah fokus dengan satu topik atau niche maka biasanya paling mudah dilirik oleh brand tertentu yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Lumayan meski penghasilannya bukan berupa uang tetapi barter produk. Kalau produknya senilai ratusan ribu dan memang dipakai, sungguh akan menghemat budget pengeluaran, bukan?
10. Virtual Assistant
Ini juga sedang ramai dikejar para IRT yang ingin naik level. Kerja remote dari rumah sesuai dengan kemampuan. Bahkan klien-nya juga bisa dari luar negeri. Lumayan banget penghasilannya dari kurs dollar jika ditukar dengan rupiah.
Saya jadi ingat juga ada teman bernama tehokti yang masih tetap aktif menulis di blog dengan artikel-artikel yang beberapa adalah job. Sebagaimana yang saya jelaskan pada poin di nomor dua bisa mendatangkan penghasilan dari aktivitas tersebut meski berprofesi sebagai IRT.
Kalau jalan-jalan ke akun instagram indungbageur miliknya pun akan ditemui postingan yang selalu menyemangati kaum perempuan. Soalnya di luar sana banyak yang masih berjuang mendapatkan kebahagiaan dan kebebasannya dalam berkarya. Hmm… memang bahagia itu kita yang ciptakan. IRT yang bahagia melakukan aktivitasnya meski kemudian berpeluang cuan, pasti sekelilingnya juga akan bahagia.
***
Well, pastikan tetap yakin bahwa apa saja yang dilakukan tidak menyalahi kodrat kita sebagai perempuan yang sudah bersuami dan punya anak (jika diberi amanah ini). Sebab, melampaui batas juga tidak menjadi sesuatu yang baik di mata Allah apalagi sampai harus melawan syari’atNya.
Jadi, tetap gantungkan harapan padaNya akan takdir yang sedang kita jalani sebagai ibu rumah tangga.


Daebaakk mba Amma.
memang jaman now banyak peluang yg bisa kita ambil.
malah jadi IRT take home pay-nya bisa lebih gedeee ketimbang para corporate slave