Tips Menjadi Mindful Lifestyle Blogger
Others

Yuk, Belajar Menjadi Mindful Lifestyle Blogger!

Sadar akan tulisan yang dibuat. Ya, ini salah satu hal terpenting ketika menjadi seorang yang mindful di dunia blogging. Tidak hanya menulis – publish  – tutup dasbor. Kalau itu, semua orang bisa bahkan anak SD sekali pun. Namun, ketika kita mampu sadar sepenuhnya terhadap apa yang kita tulis dan mengapa harus tetap berada di dunia blogging, itu sesuatu yang sangat luar biasa.

Mindful Lifestyle Blogger, mungkin ini sebutan kerennya. Sebuah penamaan yang memang harus sejalan dengan aktivitas yang dilakukan ketika menulis.

Lalu bagaimana tips menjadi mindful lifestyle blogger tanpa bosan dan menjadi terlalu kaku seperti anggapan sebagian orang? Coba lakukan beberapa tips berikut:

Pengalaman Nyata Lebih Baik 

Konten yang isinya sebuah pengalaman yang dikemas dengan baik serta tidak berupaya menggurui, biasanya akan menjadi hal yang paling dicari. Bahkan karya tulisan autentik seperti justru menjadi artikel mahal karena mampu menghadirkan pembacanya secara utuh. Meski bukan pengalaman pembaca secara terperinci tetapi kesamaannya bisa mengetuk pintu hati pembaca.

Sebagai contoh ketika kita menuliskan pengalaman disakiti oleh sahabat sendiri, kita menulsikan bagaimana kita menghadapi kondisi tersebut, berusaha mencari solusi dan akhirnya di akhir cerita berdamai dengan kenyataan meski memang memaafkan itu bukan perkara yang mudah. Cerita seperti ini sangat sering punya kesamaan dengan orang di luar sana.

Andai kesadaran penuh dihadirkan, pasti pembaca akan tersentuh dan segera mencoba solusi yang sama meski memang hasilnya tidak akan pernah bisa sama.

Satu Tulisan tetapi Berkualitas itu Jauh Lebih Baik

Terkadang tubuh kita denga mudahnya mengutuk semesta karena ada kenyataan yang tidak terjadi sesuai dengan harapan. Manusia pasti punya emosi dan mampu merasakan ketidakadilan itu. Namun, bukan berarti kita menuangkan tulisan di dalam blog dengan berbagai judul tetapi kita sendiri tidak hadir sepenuhnya.

Satu tulisan tetapi punya nilai itu jauh lebih baik daripada 10 tulisan tetapi ditulis dengan tergesa-gesa. Makanya penting midnful ini untuk dilatih dan dirasakan manfaatnya bersama.

Mindful Tidak Sama dengan Bahagia Selalu

Jangan salah kaprah dengan mindful lifestyle blogger yang konon bahagia saja yang terjadi dalam hidupnya. Non sense. Hidup ini sudah diciptakan berbagai hal dengan pasangannya. Suka pasti ada duka. Tidak mungkin salah satunya saja karena semesta ini adalah keseimbangan yang sangat indah dari penciptaNya.

Hindari toxic positivity yang membuat kita mengabaikan perasaan sedih, cemas dan tidak senang dengan sesuatu. Sebab perasaan harus selalu diterima dan dijadikan bagian dalam bersikap.

Konsisten Menulis dengan Fleksibilitas

Maksudnya di sini tuh tetap paksakan diri untuk menulis tetapi jika memang ada masa yang tidak memungkinkan bisa dijeda. Jangan terlalu kaku. Jika misal hari ini bisa menulis, maka tuangkan dengan sepenuh hati dan secara sadar hadir dalam tulisan tersebut.

Jika mungkin bingung mau menulis apa, bisa cari-cari referensi dari family & personal journey yang pernah dilakukan. Tidak perlu yang selalu menarik tempatnya bisa juga sekadar jalan kaki di sekitar rumah dan menemukan hal baik dan kita sadar bahwa itu adalah bagian dari kesungguhan diri dalam mengartikan semesta lebih bisa diajak kerja sama.

***

Well, menjadi bloger yang mindful bukan berarti tidak memiliki sisi humor. Justru semakin sadar dengan sekelilingnya bisa jadi ada banyak guyonan yang muncul untuk menjadikan pikiran lebih tenang dari biasanya. Bahkan bisa menghadirkan sepenuhnya kepingan diri yang bisa jadi masih melalang buana mencari makna keberadaannya.

21 Comments

  1. Menulis dengan sadar, menghadirkan pengalaman yang nyata, dan paham alasan tulisan itu dibuat menjadi sangat penting. Saya pun merasa bahwa tulisan yang hidup itu berangkat dari kesadaran dan pehamanan dari apa yang kita tulis. Dan jujur, saya sendiri masih belajar untuk menulis secara sadar. Seringkali ambisi untuk selalu konsisten tuh, jadi bikin kesadaran dan rasa ‘legowo’ untuk merasakan bolos nulis jadi kendor. Padahal ya kalau dipaksakan nulis pun hasilnya nggak bisa maksimal.

    Dan suka banget sama kata-kata, satu tulisan yang berkualitas lebih baik dari pada banyak tulisan tanpa kualitas. Kualitas di atas kuantitas.. 😀

  2. Mang Duyeh says:

    setuju, menulislah dengan penuh kesadarn, berhati-hati, dan memberikan perhatian penuh pada apa yang kita tuliskan.
    Kalo tiap hari mikirn harus nulis apa yang rame itu bikin cape sendiri.
    jadi esensi blogging itu sejatinya buat berbagi hal yang bermanfaat

  3. Tulisan bermanfaat, apalagi berdasarkan pengalaman sendiri, ditambah ditunjang informasi akurat memang sangat bisa dipertanggungjawabkan
    Pembaca akan percaya dan lebih nyaman pastinya ya
    Bagi blogger sendiri, kalau tulisan ada manfaatnya buat pembaca, pasti jadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri
    Semoga jadi ladang pahala yang terus mengalir sepanjang artikel itu dirasakan manfaatnya

  4. Ahhh setujuuuuu . Menulis dengan mindful, menuangkan perasaan saat menuliskannya, apalagi jika pengalaman sendiri, akan lebih terasa jiwanya. Pembaca pun mungkin akan ikut merasakan hal yg sama. Sedihnya, happy nya, marah yg dirasa… Emosi ikut teraduk.

    Makanya aku sendiri ga mau menulis atau membaca tulisan teman di saat mood tidak mendukung mba. Mending tutup dulu, cari cara supaya mood up lagi. Baru kemudian lanjut menulis atau baca tulisan teman2. Dengan begitu aku bisa fokus dan mindful dalam menulis, dan bisa lebih merasakan apa yg dituliskan orang lain.

  5. Yang namanya disiplin itu memang nggak enak mbak, pastilah capek. Tapi yaa disiplin disini bukan berarti memaksakan diri mengerjakan sesuatu diambang batas kemampuan juga. Misalkan nih ya, maksain nulis artikel wajib tiap hari. nah kalo gitu mah jatohnya udah overkill si. Gausah tinggi-tinggi lah ya, cukup seminggu 2 artikel aja, itupun kalau lagi senggang.
    Dan saya setuju. 1 artikel yang berkualitas, lebih baik daripada 10 artikel yang ditulis asal-asalan. Apalagi zaman sekarang ya, semuanya pada pake AI biar cepet. Blogwalking juga sama, pada pake AI biar cepet. padahal, esensinya malah jadi hilang, terus otaknya jadi makin lemot karena malas dipakai untuk mikir dan membaca.

    Kesimpulannya disiplin perlu, menulis berkualitas juga perlu. Tinggal gimana kita nemuin titik equilibriumnya aja.

  6. Fenni Bungsu says:

    Isian kontennya kalau pengalaman nyata memang lebih berkesan sih, karena yang baca jadi ikutan merasakannya juga. Bisa juga ya ternyata ini dipelajari, sehingga tulisan yang tercipta benar-benar hidup

  7. Menulis berdasarkan pengalaman itu bukan hanya lebih lancar nulisnya. Biasanya, lebih emosional. Ada saja gitu yang merasa related dan pasti terbantu dengan adanya tulisan kita.

    Betapa menyenangkannya menjadi mindful lifestyle blogger. Nggak asal-asalan lagi nulisnya.

  8. Mindfull, memang satu kata ini bisa menggambarkan banyak hal.
    Yang intinya kita benar-benar hadir utuh, di sini, hari ini, dan bahagia/ikhlas dengan apapun kenyataan diri.
    Aku juga berusaha banget untuk mindfull!

  9. Aku suka sekali sama tulisanmu ini, Mbak Rahmah. Bikin merenung sekaligus dapat pencerahan. Jadi iseng nengok lagi tulisan-tulisanku sendiri, terus bertanya, jangan-jangan selama ini aku belum benar-benar menjadi *mindful lifestyle blogger*. Hahaha. Jadi penasaran juga, kalau Mbak Rahma membaca blogku, kira-kira penilaiannya bagaimana dari sudut pandang pembaca?

    Kalau boleh menyimpulkan secara sederhana, menurutku menjadi mindful lifestyle blogger itu seperti menulis dengan “roh”. Bukan berarti tulisannya harus berat atau puitis, tapi setiap tulisan terasa lahir dari pengalaman, pemikiran, dan nilai yang benar-benar kita yakini. Jadi yang sampai ke pembaca bukan cuma informasinya, tapi juga ketulusan dan sudut pandang penulisnya.

  10. Menarik sekali mbak, tulisan yang membahas
    Mindful Lifestyle Blogger. Jadi, menulis dengan penuh kesadaran dan hadir seutuhnya ketika proses menulis terjadi, pasti output nya bombastis banget ya. Beneran karya yang lahir dengan segenap memaksimalkan yang ada. Pastinya akan jarang typo, dan yang dibahas inline serta terstruktur juga asyik dan punya ciri khas atau USP.

  11. Aku jadi ikut merenung setelah membaca tulisan ini kak. Jadi selama ini tuh aku sering berpikir menjadi blogger itu harus selalu produktif, mengejar tren, dan cepat-cepat menerbitkan artikel.

    Padahal, justru ketika terlalu sibuk mengejar angka, kita kadang lupa menikmati proses menulis itu sendiri.

    Konsep mindful lifestyle blogger yang dibahas di artikel ini tuh mengingatkanku bahwa tulisan yang paling berkesan sering kali lahir dari pengalaman yang benar-benar kita rasakan, bukan sekadar mengejar trafik.

    Saat penulis menikmati prosesnya, pembaca pun biasanya bisa merasakan ketulusan itu.

    Semoga semakin banyak blogger yang tidak hanya fokus pada SEO dan page view, tetapi juga menghadirkan tulisan yang bermanfaat, jujur, dan mampu memberi dampak positif bagi pembacanya.

    Sekalian tamparan nih buat aku yang sering nulis cuman buat galeri iklan. Hehe.

  12. Kadang suka merasa bersalah kalau lagi emosional atau mau curhat di blog, padahal ya namanya hidup pasti ada naik turunnya. Tulisan ini rasanya kayak reminder hangat biar nggak terlalu keras sama diri sendiri. Pengalaman nyata dan emosi yang jujur emang selalu berhasil bikin pembaca kerasa dekat. Sehat-sehat terus ya!

  13. Saya juga paling senang membaca tulisan yang dialami langsung penulisnya. Jadi saya bisa beajar bagaimana menjalani hidup dengan penuh kesadaran. Begitu juga saat menulis sesuatu yang saya alami langsung, maka saya akan lancar dan mudah menulisnya

  14. Dulu blogging kyknya hadir sebagai diary online ya, makanya banyak yang menuangkan pikiran dan pengalaman pribadinya.
    Cuma memang makin ke sini berkembang, karena ada juga yang menulis sponsored post.
    Setuju banget kyknya apa2 kudu kita lakukan dengan mindfull, apalagi blogging artinya kita menyebarkan tulisan kita dengan tujuan dibaca orang. Walau kadang emang bukan hal-hal bahagia. Kalaupun nulis tentang pengalaman sedihnya, mungkin bisa dibarengi dengan menceritakan solusinya 😀
    Biasnaya kerasa kok tulisan yang dibikin ngasal buat memenuhi target atau yang bener2 dari hati. Biasanya yang dari hati nyampeknya ke pembaca tu lebih mudah dipahami dan tentu saja bermanfaat. Tentu buat penulis/ blogernya ini juga merupakan suatu kebaikan ya.

  15. Setuju sekali, kita harus jadi mindful bloggers supaya bertanggung jawab dengan apa yang Kita tulis dan bagikan kepada khalayak. Selain bermanfaat juga bisa membantu banyak orang dengan lebih bermakna

  16. Ya menulis sesuatu dengan hati hasilnya jauh lebih baik dan sampai ke pembaca dengan hati pula, mereka bisa merasakan kehadiran kita di setiap kalimat yang terangkai di blog. nggak mudah, memang karena belakangan ini rasanya hidup lebih sibuk tapi ayo kita rutinkan lagi menghadirkan hati dalam setiap tulisan kita..

  17. kadang memang di saat hati lagi gundah atau emosi itu kita bisa menulis tanpa filter ya. jadi memang sebaiknya dalam hal menulis untuk blog itu sebaiknya diendapkan dulu sebelum dipublish biar nantinya tulisannya tidak terlalu berasa emosi dan bisa diperbaiki

  18. Nice reminder mbak, akupun memilih lifestyle, jadi lebih aware sekitar dan jadi ada bahan untuk menulis berikutnya, sepertinya banyak momen-momen yang kulewatkan nih karena gak fokus

  19. Setuju dengan tulisan ini. Penting menjadi blogger mindfull. Menulis yang berkualitas, lalu jujur sesuai apa yang dirasakan. Selain itu juga wajib konsisten walaupun tetap fleksibel. Sayangnya yang terakhir ini saya belum bisa sepenuhnya menerapkan

  20. Mindful lifestyle blogger. Terdengar menyenangkan tetapi tidak semua bloger lifestyle bisa melakoninya, ya. Karena menulis dengan penuh kesadaran, menghadirkan otak sekaligus hati pada tulisan tentu tidak selalu mudah. Apalagi mesti konsisten.
    Wah, kalau aku pribadi sih masih jauh dari itu. Huhu.
    Makasih Mbak sharingnya 🙂

  21. benar sekali. konten sederhana tapi memiliki bobot yang berkualitas menjadi daya tarik tersendiri untuk selalu membaca tulisannya. hal-hal kecil tapi berdampak besar tentunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *