IRT Menjadi Food Blogger
Kuliner

IRT Menjadi Food Blogger, Mungkinkah? Jawabannya Ada di Sini!

Hi, Sobat Bunda Belajar!

Food blogger menjadi tren digital yang sedang banyak digandrungi. Hal itu dikarenakan daya tariknya yang luar biasa. Jika awalnya sekadar hobi, ternyata ini bisa jadi pekerjaan juga. Apalagi masyarakat di luar sana senang sekali dengan rekomendasi makanan, tempat makan dan hal-hal seputar kuliner yang sangat cepat diperoleh di media sosial.

Ketertarikan orang menjadi food blogger karena menganggap lebih mudah dari sekadar kerja kantoran. Kepandaian dalam mengambil sudut gambar makanan yang dimakan atau dicoba menjadi poin penting mengapa banyak orang yang akhirnya suka me-review makanan yang mereka makan dan sedang dicari karena lagi viral. 

Selain itu, tren digital cepat sekali menyebarkan informasi seputar makanan dan akhirnya rela antri panjang untuk sesuatu yang memang baru. Hmm… bagaimana dengan ibu rumah tangga? Apakah bisa terjun dalam dunia blogging tersebut? Jawabannya BISA!

IRT Lebih Dekat dengan Dunia Dapur dan Bahan Makanan

Meski tidak semua kemudian IRT suka dengan aktivitas memasak di dapur, tetapi setidaknya IRT paling tahu soal makanan. Bukan hanya untuk dirinya tetapi juga untuk keluarganya. Nah, kedekatan ini bisa menjadi awal untuk membangun personal branding menjadi food blogger

Resep masakan atau tutorial menghasilkan salah satu menu makanan pastinya bukan sesuatu yang asing bagi IRT. Dari sinilah bahan konten digital bisa muncul. Bahkan pelan-pelan tanpa disadari sebenarnya sudah memiliki banyak konsep konten yang ternyata belum terbaca sebagai modal awal menjadi orang yang senang menghadirkan konten seputar kuliner.

Keterampilan yang Dibutuhkan IRT Sebelum Menjadi Food Blogger 

Namanya IRT pasti punya banyak kemampuan. Multitasking itu sudah jadi rahasia umum. Di saat mencuci, seorang IRT bisa melakukan juga aktivitas memasak sebagai contoh sederhananya. Nah, untuk menjadi bloger yang sering membahas konten makanan, maka ada baiknya memiliki kemampuan berikut:

  • Paham cara bercerita yang baik, tanpa menuliskan unsur SARA atau hal-hal yang menjadi pemicu pertengkaran
  • Bisa melakukan fotografi makanan sederhana meski tidak punya kamera digital yang pro
  • Bisa mengaplikasikan tools editing foto atau visual, baik itu Canva, Snapseed dan lainnya
  • Paham dasar-dasar SEO ketika menuliskan artikel

Kemampuan di atas adalah kemampuan paling standar yang bisa jadi bahan pertimbangan dalam melanjutkan mimpi untuk me-review kuliner dengan baik dan tanpa dilebih-lebihkan.

Lalu, bagaimana strateginya agar IRT bisa sukses menjadi food blogger seperti impian yang dibangun?

Strategi agar IRT Sukses Menjadi Bloger Makanan

Tentunya profesi apa pun pasti punya banyak rintangan di depannya. Jangan pernah percaya sebuah profesi tidak punya hal yang menantang untuk dihadapi dengan berbagai macam perasaan. Bloger makanan juga demikian. Bukan berarti cuma me-review makanan kemudian bebas dan bisa melakukan seenaknya tanpa memikirkan strategi agar tetap bertahan dan sukses.

Mulai dari Hal Sederhana

Misal mengulas makanan yang dibuat di rumah setiap hari dulu. Biasanya untuk makanan-makanan rumahan banyak yang cari. Sebab, di luar sana banyak warung makanan yang besar dan mewah tetapi tidak semua memiliki hal unik yang bisa diceritakan.

Konsisten 

Terlihat sederhana tetapi sepertinya banyak yang lemah di tahap ini. Cepat bosan, kurang ide, terbentur dengan kegiatan anak-anak yang sudah banyak dan masih banyak lagi alasan lainnya. Namun, itu bukan sesuatu yang menjadi kesalahan IRT. Memang posisi sebagai IRT ada prioritas besar yang harus ditanggung. Makanya dibutuhkan strong why sebelum terjun lebih dalam.

Cari Support dari Komunitas Kuliner

Bisa membantu untuk tetap semangat menjalankan profesi sebagai food blogger meski gempuran niche lain yang terlihat menjanjikan. Nah, komunitasnya juga tidak perlu yang eksklusif. Cukup yang memahami kebutuhan kita, apalagi kalau sebagai pemula.

***

Well, menjadi food blogger memang bisa jadi sarana untuk berbagi inspirasi resep dapur asalkan dijalankan dengan penuh suka cita. Bahagia berbagi terkadang memberikan nilai lebih pada cerita dari tulisan yang dibuat.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *