Jadi Ibu

Tips Mudik Bawa Tiga Anak Aktif dengan Transportasi Umum

Mudik bersama anak-anak memang penuh cerita, apalagi kalau jumlahnya tiga. Tantangannya berbeda antara naik transportasi umum dan pribadi. Bisa dibagi ke dalam dua tips, saat mudik dengan transportasi umum atau dengan kendaraan pribadi.

Nah, kebetulan sudah merasakan keduanya. Lumayan yang awalnya cuma anak satu, sekarang ada tiga. Mana semuanya aktif pula, haha. Kalau kata orang sekarang sih, “Menyala mamaknya…”

Berikut beberapa tips yang bisa dijadikan referensi bagi yang ingin mudik bawa tiga anak dengan transportasi umum:

Pilih jadwal yang ramah anak

Sebisa mungkin mengusahakan berangkat pagi atau siang. Biasanya kalau bawa anak lebih dari satu, perjalanan malam membuat kesulitan tidur karena pasti mau main terus dengan saudaranya. Maka kalau bisa menghindari perjalanan malam, dilakukan saja. Apalagi jika ada karakter anak yang sulit tidur di perjalanan karena aktif luar biasa. 

Buat yang senang celoteh atau bahkan bercerita sepanjang perjalanan pasti akan sangat senang kalau berangkat di pagi atau siang hari karena bisa melihat hal-hal baru untuk jadi bahan cerita atau bahkan tulisan.

Siapkan “travel kit”

Tidak hanya berisi obat-obatan, tetapi juga dengan camilan sehat, mainan kecil, buku gambar, dan tisu basah. Soalnya ini akan membuat anak-anak nyaman. Kalau pun ada distraksi, mereka bisa sedikit lebih tenang dan tidak heboh.

Anak-anak yang aktif biasanya juga sudah menyiapkan sendiri di tas mereka travel kit sesuai kebutuhannya. Orang tua tinggal mengarahkan saja agar bawa yang benar-benar dibutuhkan supaya tas tidak berat dengan barang yang nir faedah saat perjalanan.

Jadi, mindset Travel Kit cuma berisi obat-obatan tuh perlu diubah (baca: saya sendiri soalnya, haha). Dengan begini, anak-anak akan lebih enjoy dalam perjalanan dan sebagai orang tua tidak stress.

Atur tempat duduk

Kalau menggunakan kendaraan seperti kereta atau pesawat, jangan sampai pesan kursi berjauhan satu sama lain. Apalagi dengan alasan berburu tiket murah, haha. Pastikan pesan kursi berdekatan. Untuk anak yang usianya paling kecil sudah seharusnya diapit oleh orang tua agar lebih aman. Kalau sudah besar, misalnya beranjak remaja, tidak apa-apa berjauhan sekalian mengajarkan mandiri sebab kelak akan bepergian sendirian juga.

Maklum, kampung neneknya anak-anak saya tuh jauh. Jadi harus siap mental dari sekarang. Kalau nenek dari ayahnya lebih dekat, bisa dengan bus atau kereta.

Gunakan stroller lipat

Ini saya gunakan ketika si kecil di-sounding mau berangkat kemudian si anak memberikan ciri gelisah dan minta gendong terus. Lebih baik pakai stroller yang bisa dilipat untuk menghindari kondisi harus digendong selama perjalanan, apalagi ketika akan transit misalnya. Bahkan untuk posisi digendong turun dari pesawat ke terminal atau dari kereta ke pintu keluar sungguh akan menyita banyak tenaga.

Banyak kok jenis stroller yang mudah dilipat dan ukurannya bahkan jauh lebih kecil dari koper yang digunakan oleh orang tuanya. Orang tua hebat pasti paham anak-anak, seperti teman saya Dian Restu Agustina yang sudah banyak pengalaman terkait perjalanan bersama anak-anak yang kini sudah beranjak dewasa.

Buat peraturan sederhana dengan anak

Misalnya, anak-anak tidak boleh berada jauh ketika sedang di ruang tunggu atau sedang berjalan menuju kendaraan atau keluar dari kendaraan. Tidak mudah terganggu dengan apa yang terjadi ketika selama perjalanan. Fokus dengan posisi orang tua di mana dan mengikutinya selalu.

Di samping itu, selalu menggandeng tangan orang tua di keramaian. Ini membantu mengurangi risiko terpisah dan muncul kasus kehilangan. Naudzubillah min dzalik deh pokoknya. Intinya memang anak-anak harus memahami risiko ketika tidak mau memperhatikan arahan orang tua.

***

Well, mudik memang bukan sekadar perjalanan, tapi bisa dijadikan kesempatan membangun kenangan bersama. Sebab tahun berikutnya belum tentu bisa mudik dengan berbagai alasan entah apa. Dengan persiapan matang, orang tua bisa lebih tenang, anak-anak lebih bahagia, dan perjalanan jadi pengalaman berharga.

You may also like...

3 Comments

  1. Alhamdulillah, Salfa tuh sangat dewasaaa ya Mba.

    super duper helpful, ngemong, shalihaat, duh kangeenn Bude ama Salfa

    Semoga next kita bs ngetrip rame2 ama Trio S dan geng Powerful yaakk

  2. Kalau bawa toodler pas mudik itu bener² kudu di sounding jauh² hari ya mbak.
    Kadang pas moment lagi capek²nya si toodler ini tantrum. Akhirnya mamak jadi darah tinggi. Emosi.

    Cuma bener semua lagi tipsnya. Selain sounding, kiddos kits perlu dibawa, termasuk stroller saat bahu sudah pegal gendong ke sana ke mari. Hehehe..

    Dan satu lagi camilaann buat dipagang dan dikunyah.

  3. Setuju banget soal stroller lipat, penyelamat kalau mudik atau traveling naik transportasi umum bareng anak. Selain bikin anak lebih nyaman, stroller juga bantu ibu biar gak cepat lelah karena tidak perlu terus menerus menggendong, apalagi saat transit atau jalan jauh di stasiun dan bandara. Kalau badan ibu sudah capek dan kehabisan tenaga, biasanya mood ikut turun dan itu bisa berdampak ke suasana perjalanan secara keseluruhan. Ya kan mbak? 😀

    Dengan stroller, anak yang mengantuk bisa langsung tidur dengan nyaman, dan kalau harus jalan cukup jauh tinggal didorong tanpa bikin bahu dan punggung pegal. Bahkan anak yang sudah agak besar pun kadang masih butuh duduk sebentar saat lelah, jadi stroller tetap kepakai.

    Tips mudiknya lengkap dan realistis banget, mbak. Terasa ditulis dari pengalaman langsung jadi sangat relate untuk orang tua dengan anak aktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *